Sekitar 5 bulan yang lalu saya prakerin di sebuah studio broadcasting di Solo.  Banyak pengalaman yang tak pernah saya dapatkan sebelumnya. Mulai dari kerja seharian penuh, alat-alat yang tidak saya temukan di sekolah hingga bos yang super disiplin dalam bekerja. Namun di samping itu, tentu banyak hal yang saya dapat. Materi baru, teknik-teknik baru dan bidang baru. Bener lho, saya tidak pernah membayangkan bakal kalau nanti saat prakerin bakal disodori  alat yang namanya Camera Crane Jeep ataupun Master Control. Sungguh luar biasa. Pada banyak kesempatan, saya dan teman-teman sering mendokumentasikan acara-acara yang keren. Dari panggung-panggung besar sampai pentas seni di pendopo keraton. Dan salah satu yang bisa serap adalah apa saja yang harus dilakukan saat hendak syuting dimana ada panggung di situ.

Sebelum melakukan pengambilan gambar/dokumentasi pada suatu acara hendaknya kita tinjau terlebih dahulu lokasi nya setelah itu  persiapkan dahulu alat-alat yang mendukung kegiatan tesebut.Adapun contoh alat-alat dan perlengkapan adalah sebagai berikut :

  • Mixer
  • Monitor
  • Tripot lighting
  • Tripot Kamera
  • Monopot
  • Kabel Power
  • Rool Box
  • Solasi
  • Kabel Mixing (430, 25/5, 26, 23/3, 24/4 )
  • Spotlight + Triopot Accura
  • Kamera
  • Accu
  • UPS
  • Lighting

 

  • Kabel Power besar
  • Mix DM 808
  • Wireless Microphone
  • Kabel mix cano – ton
  • Kabel kuning 2
  • Carol mix
  • Generator
  • Proyektor
  • Screen
  • Penyangga
  • Splitter
  • Handy talkie
  • Dan yang lainya….

 

Setelah semua peralatan lengkap,berikutnya adalah setting alat dan tempat. Yaitu menempatkan alat sesuai dengan tempat dan lokasi agar pengambilan berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Contoh : Jika dalam suatu acara menggunakan 3 kamera, maka 1 kamera ditempatkan di depan panggung sebagai master,1 kamera di samping kanan dan 1 kamera di samping kiri.

                Ligting/pencahayaan diatur sesuai dengan tempat dan kebutuhan.

                Mixer/master control di tempatkan di belakang penonton/hadirin atau di belakang panggung agar tidak mengganggu pandangan.

                Kabel-kabel di atur serapi dan seminimalis mungkin, karena tidak jarang kabel yang di biarkan begitu saja akan berbahaya bagi pengunjung.

                Langkah selanjutnya adalah pembagian tugas, disini tiap orang akan mendapat tugas masing-masing antara lain sebagai kameraman, master control, audio control, assistant, dan penanggung jawab dokumentasi.

                Saat pengambilan hendaknya komunikasi antar tim harus kompak dan tetap terjaga karena miss komunikasi sering menjadi masalah yang fatal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: