Menyambung artikel yang lalu, karena kami pikir, nanggung, ada tatacara upacara pembukaan, masak tidak ada tata upacara penutupannya? Ibarat kaleng tanpa tutup kan bisa bocor, hehe.

Pada awalnya, kami hanya berniat menegakan kebenaran (heleh) menegakan adat istiadat yang berlaku di ambalan kami, tapi kemudian, ada seorang anggota yang memprotes, “Masak, ada pembukaan ga ada penutupanya?”  Maka dari itu, kami lantas mencari tata caranya lagi. Dan ternyata, yang ada hanya secuil informasi yang berupa,

Upacara Penutupan

Pada upacara penutupan sama halnya dengan upacara pembukaan namun, pembacaan sandi ambalanya diganti pembacaan renungan.

Berbekal secuil informasi diatas, kami berpikir keras, dan jadilah tata upacara penutupan seperti dibawah ini..

Tata upacara penutupan latihan rutin Ambalan RA Kartini Gudep 06.081 adalah:

  1. Peralatan yang digunakan
    1. Tiang bendera 2 buah, terbuat dari tongkat pramuka ataa bambu, satu tiang untuk bendera tunas kelapa dan pandu dunia serta bendera ambalan, satu tiang untuk bendera Merah-putih
    2. Bendera, meliputi Bendera Mera-Putih, Pandu Dunia, Tunas Kelapa dan Ambalan bila ada.
    3. Teks Pancasila
    4. Teks Renungan
  2. Petugas upacara
  • Pradana (pemimpin upacara)
  • Pembina
  • Pembaca Sandi ambalan
  • Penurunan bendera
  • Pemimpin sangga, wakil pemimpin dan anggota sangga.
  1. Persiapan

Persiapan upacara penutupan latihan rutin yaitu, para anggota ambalan dibariskan dengan bentuk barisan bershaf satu sangga dengan pemimpin sangga (Pinsa) berada di paling kanan, dan wakil pemimpin sangga di bagian paling kiri.  Secara umum, bentuk barisan upacara penutupan dapat digambarkan seperti dibawah ini:

 

                Keterangan:

  • Biru: pembaca renungan
  • Merah: pengibar bendera Merah-Putih
  • Kuning: wakil pemimpin sangga (Wapinsa)
  • Hitam: anggota sangga
  • Hijau: Pemimpin sangga (pinsa)
  • Ungu: anggota Bantara
  1.  Tata cara upacara penutupan:
  • Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentuk bersaf
  • Lalu penghormatan oleh Pinsa paling kanan kepada Pradana
  • Laporan pimpinan sangga, pinsa maju kedepan lalu melapor pada pradana, dan pada waktu pemimpin Sangga meninggalkan tempat, wakil pemimpin sangga pindah ketempat pimpinan sangga melalui belakang barisan sangga dan berjalan menyamping.
  • Para pemimpin sangga setelah melakukan laporan mengambil tempat disebelah kanan barisan Bantara (paling kanan membentuk 1 atau 2 banjar)
  • Pasukan diambil alih oleh Pradana
  • Pradana menjemput Pembina dan menempatkannya disebelah kanan barisan
  • Pradana mengambil tempat didepan barisan
  • Penurunan sang merah putih oleh petugas, pada waktu petugas penurunan barisan maju ke depan, petugas pembaca sandi ambalan geser ke kanan (ke tempat petugas pengibar yang semula) pada waktu petugas pengibar kembali mengambil tempat disebalah kiri petugas pembaca sandi ambalan
  • Pembacaan Renungan oleh petugas
  • Pengumuman tentang latihan yang akan datang dan lain-lain
  • Pradana memimpin do’a sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing
  • Laporan Pradana kepada Pembina Penegak
  • Barisan dibubarkan oleh Pradana
Sama kan? Hanya berbeda sedikit. Namun kita juga harus menghargai perbedaan itu walaupun cuma sedikit. Lantas kita juga tak boleh mempermasalahkan perbedaan yang ada. Ingat, Bhinneka Tunggal Ika…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: